Imam Ibnu Majah meriwayatkan di dalam Sunannya :
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
Abu Bakr bin Abi Syaibah menuturkan kepada kami. Dia berkata; Yazid bin Harun menuturkan kepada kami. Dia berkata; Abdul Malik bin Qudamah al-Jumahi menuturkan kepada kami dari Ishaq bin Abil Farrat dari al-Maqburi dari Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu-, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah).
Hikmah Hadits
1. Tahun-tahun bermakna banyak tahun, atau cukup lama berlangsungnya
2. Penuh dengan penipuan
Siapa yang menipu dan siapa
yang ditipu
secara logika yang dapat menipu adalah yang licik kepada yang jujur, yang kaya kepada yang miskin, pemimpin kepada rakyatnya
Mengapa bisa ditipu, karena rakyat dimiskinkan, dibodohkan dan diancam / ditakut- takuti.
3. Pendusta dibenarkan
Siapa yang membenarkan pendusta ?
Di dunia ini yang menetapkan benar dan salah adalah pengadilan yang keseluruhannya disebut penegak hukum. Terdiri dari aparat keamanan, jaksa dan hakim
4. orang yang jujur malah didustakan,
Siapa yang jujur ?
Yang jujur adalah Ulama, Akademisi yang lurus Dosen dan mahasiswa, Pemimpin yang adil,
Cara mendustakannya adalah mempersekusinya, mengkriminalisasinya, dan memenjarakannya.
5. pengkhianat dipercaya
Siapa penghianat ?
1. Bicaranya BOHONG
2. Janjinya PALSU
Siapa yang mempercayainya?
1. Orang yang bodoh
2. Pembohong
3. Penghianat bangsa
Sesama penghianat saling mempercayai karena mereka memiliki tujuan yang sama yaitu mengkhianati Rakyat dan Bangsa
6. orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat
Siapa yang amanah?
1. Pemimpin yang adil, yang menepati janjinya, yang jujur terhadap rakyatnya yang bertanggung jawab terhadap rakyatnya.
2. Ulama yang istiqomah dalam menggenggam kebenaran amanah terhadap ilmunya
3. Akademisi / Pakar / Ahli yang lurus yang berbicara jujur sesuai dengan keahliannya dalam menyikapi berbagai situasi.
Siapa yang mengangapnya penghianat?
Penghianat Rakyat dan Bangsa menganggap pemimpin yang jujur, adil, dan komitmen dengan janjinya, ulama dan Akademisi yang jujur menjadi penghalang bagi penghianatan yang sedang mereka rencanakan dan pembongkar penghianatan yang telah mereka lakukan.
7. saat itu Ruwaibidhah berbicara
Siapa Ruwaibidhah?
“Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.”
Yang biasa bicara urusan masyarakat adalah
1. Pemimpin
2. Pejabat
3. Aparat keamanan
4. Anggota dewan
Bisa jadi mereka pintar, cerdas tapi kebohongan membuat lisannya berbeda dengan apa yang ia fikirkan sehingga terlihat sangat bodoh.
8. Apa solusi ya?
Hilangkan dari masyarakat
1. Kemiskinan / bantu masyarakat dari kesulitannya
V2. cerdaskan masyarakat dengan ilmu dan iman
3. Bongkar kebohongan para penipu dan penghianat
4. Ulama, Akademisi dan pemimpin yang adil Bersatu melawan Penghianat Bangsa.
In syaa Allah jika 4 hal itu dapat dilaksanakan dengan baik. Tahun-tahun buruk itu akan segera berakhir.
MEDFIS96