Tadabbur Al Qur’an
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ شَرَّ الدَّوَآ بِّ عِنْدَ اللّٰهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِيْنَ لَا يَعْقِلُوْنَ
“Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mendengar dan memahami kebenaran), yaitu orang-orang yang tidak mengerti.”
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 22)
Mahluk bergerak yang biasa kita fahami adalah makhluk hidup yaitu manusia, hewan dan tumbuhan
- Makhluk paling buruk bahkan lebih buruk dari binatang paling buruk, Adalah manusia yang Allah beri akal tapi dia tidak menggunakan akalnya dengan baik, sehingga tidak mau mendengar kebenaran bahkan cendrung menutup telinga atas peringatan penyeru kebenaran. Ini biasa terjadi pada pemimpin yang Dzalim dia merasa paling benar tak butuh nasihat dan peringatan kecuali dari orang yang mendukung kedzalimannya..
Padahal nasihat peringatan bermanfaat bagi orang mukmin.
وَذَكِّرْ فَإِنَّ ٱلذِّكْرَىٰ تَنفَعُ ٱلْمُؤْمِنِينَ
Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.
Quran Surat Az-Zariyat Ayat 55
Bagi mereka Allah ancamkan azab yang besar di dunia dan akhirat.
فَيُعَذِّبُهُ اللهُ الْعَذَابَ الْأَكْبَرَ ﴿الغاشية:٢٤
maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.
Al Ghasyiyah : 24
- Orang yang diam dan tidak bersuara terhadap ketidakbenaran dan kedzaliman, cendrung khawatir jika bersuara berimbas terhadap posisi yamannya saat ini. Baginya jika tidak menggangu kepentingan pribadinya maka bukan urusannya.
فَذَكِّرْ إِنَّمَآ أَنْتَ مُذَكِّرٌ ﴿الغاشية:٢١
Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan,
Golongan ini adalah orang yang ada disekitar kekuasaan, ulama dan masyarakat pada umumnya. Mereka diam karena Takut atau Tidak Peduli.
Kedua golongan makluk paling buruk ini disebabkan mereka tidak memahami kebenaran dan tidak mengerti hakikat kebenaran itu .
Mereka tahu mana yang baik dan mana yang buruk, dan mereka membatasi diri mereka sekedar mengetahui baik dan buruk. Tapi hati mereka condong kepada keburukan , mendukung keburukan dan melaksanakan keburukan.
Sebagaimana firman Allah
وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا
(Dan sesungguhnya merugilah) atau rugilah (orang yang mengotorinya) yang menodainya dengan perbuatan maksiat.
QS : Surah Balad : 10
Karenanya janganlah ketika menjadi pemimpin berbuat dzalim terhadap apa yang ada dalam kekuasaannya. Berbuat Adillah karena berbuat adil dekat dengan ketakwaan.
Sebagaimana gimana Allah
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوا۟ قَوَّٰمِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِٱلْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعْدِلُوا۟ ۚ ٱعْدِلُوا۟ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
QS Al maidah : 8
Dan ketika kita bukan sebagai pemimpin, jadilah penasehat dan pemberi peringatan yang baik kepada pemimpin agar kita tidak tergolong makhluk paling buruk dalam pandangan Allah karena membiarkan kedzaliman dan keburukan terjadi.
والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
Muhammad Erwin D, S.Si
Seorang Pendidik