Memadukan Pendidikan Modern Dengan Pendidikan  Pada Masa Awal Islam

Memadukan Pendidikan Modern Dengan Pendidikan  Pada Masa Awal Islam

Oleh : Muhammad Erwin Dalimunthe, SSi

           Pendidik SMP Al Fityan Medan

Perbedaan Pendidikan di masa awal Islam dengan pendidian modern

Lembaga pendidikan

Pada masa awal Islam lembaga pendidikannya adalah Madrasah Rasulullah, Kurikulumya adalah Al Qur’an yang turun secara bertahap dan hadits rasul sebagai penjelasan dari Al Qur’an. Tempat pendidikanpada masa itu adalah rumah Arkom bin Abi Arkom dan masjid Nabawi dimana para sahabat mendengarkan Al Qur’an dibacakan dan hadits disampaikan. 

Pengajarnya adalah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang mengajarkan, mendidik, mengarahkan, mencontohkan, menegur kesalahan dan kadang memberikan sangsi  kepada para sahabanya yang kala itu juga sebagai peserta didiknya. Ini semua menjadi pelajaran bagi kita sebagai seorang pendidik. 

Adapun metode pembelajaran yang digunakan Rasulullah saat itu adalah 

  1. Membacakan Ayat Al Qur’an
  2. Menanamkan keimanan kepada Allah,Malaikat,kitab, Para Nabi, Hari Akhir dan Qoda serta Qadar 
  3. Mengajarkan Berbagai Ilmu dari Al Qur’an berupa Aqidah, Akhlak, Syari’ah, Sosial Kemasyarakatan, Kepemimpinan, Pemerintahan bahkan Perniagaan
  4. Mengajarkan Hakekat dari ilmu, berupa berbagai manfaat yang diperoleh baik secara ruhiyah, fisik maupun psikis. Baik manfaat di dunia maupunmanfaat di akhirat

Hal ini sesuai dengan QS. Al-Baqarah 2: Ayat 151

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

كَمَاۤ اَرْسَلْنَا فِيْکُمْ رَسُوْلًا مِّنْکُمْ يَتْلُوْا عَلَيْكُمْ اٰيٰتِنَا وَيُزَكِّيْکُمْ وَيُعَلِّمُکُمُ الْكِتٰبَ وَا لْحِکْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَّا لَمْ تَكُوْنُوْا تَعْلَمُوْنَ 

“Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah), serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 151)

Di awal perkembangan Islam lembaga pendidikan disebut dengan maktab, yang dilaksanakan di rumah guru-guru yang bersangkutan dan kurikulum yang diajarkan adalah  menulis dan membaca Al Quran , hadits dan sesuai bidang keahlian guru masing masing. Pada masa itu setiap guru memiliki karya berupa kitab ilmu yang dengannya ia mengajarkan ilmunya, Pada masa itu ilmu pengetahuan sudah berkembang diantaranya ilmu kedokteran, pertanian, geografi, astronomi, filsafat, fisika dan banyak cabang ilmu lainnya seluruhnya didasarkan dan terinsfirasi dari Al Qur’an dan hadits Rasulullah. Pada masa itu orang tua menyekolahkan anaknya berdasarkan bakatnya, sebagaimana imam syafii yang cerdas dan bakat serta kecendrungan terhadap ilmu agama ia pun berguru dengaan beberapa guru terkemuka sesuai dengan kecendrungannya itu. Imam Syafi’i berguru kepada Sufyan bin Uyainah dalam bidang ilmu hadis dan tafsirnya yang kemudian nanti akan tersempurnakan tatkala beliau pergi merantau ke Madinah dan berguru kepada Imam Malik bin Anas. Beliau juga mempelajari ilmu fikih kepada Imam Malik dengan mengkaji kitab al-Muwaththa’ yang merupakan karya besar Imam Malik diantara karya besar lainnya. Beliau juga  berguru kepada Syaikh Kholid azZanji, seorang guru yang sangat berpengaruh pada pendidikan Imam Syafi’i di Makkah.

Pada saat ini Pendidikan dilaksanakan oleh lembaga pendidikan berupa sekolah dimana guru dan pelajar bergabung dalam satu komunitas belajar mengajar. Sistem Pendidikan dan kurikulum yang digunakan sesuai dengan kebijakan pemerintah,Di indonesia dari dulu sampai sekarang kurikulum meliputi paket mata pelajaran yang diajarkan kepada siswa dari tingkat SD, SMP dan SMA. 

Di banyak sekolah swasta  ada yang memadukan muatan kurikulum DIKNAS dengan muatan lokal yang bernuansa relegius. Tapi tidak banyak sekolah yang menjalankan kurikulum dengan memperhatikan bakat siswa, walaupun hampir semua guru dan pelatih pendidikan sadar setiap anak memiliki bakatnya dan kecendrungannya masing masing.

Sebagaimana firman Allah

قُلۡ کُلٌّ یَّعۡمَلُ عَلٰی شَاکِلَتِہٖ ؕ فَرَبُّکُمۡ اَعۡلَمُ بِمَنۡ ہُوَ اَہۡدٰی سَبِیۡلًا

Katakanlah (Muhammad),

“Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.” Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.

QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 84 [QS. 17:84]

Belajar dari kisah Muhammad Al Fatih Sang Penakluk, ayahnya Sultan Murad II sangat memperhatikan pendidikan anaknya, agar kelak menjadi seorang pemimpin yang baik dan tangguh.Beliau menunjuk Syekh Ahmad ibn Ismail al Kurani, seorang ulama yang faham sekali dengan Al Qur’an dan beberapa guru lain yang mendukung mewujudkan mewujudkan Muhammad Al Fatih yang Soleh , Cerdas dan Kuat . Tak heran sejak kecil Muhammad al-Fatih sudah menghafalkan Al-Quran 30 Juz, mempelajari hadits-hadits, mempelajari ilmu fiqih, matematika, ilmu falaq dan strategi perang.

Dari kisah ini, Orang tua dan sekolah harus mendeteksi, mengetahui dan memfasilitasi bakat anak, agar terwujud generasi hebat sesuai bakatnya masing masing. Generasi hebat terdahulu sudah melek bakat, memahami pentingnya sejak dini mengasah bakat anak agar kelak menjadi manusia hebat di bidangnya masing masing untuk berkolaborasi membentuk masyarakat dan peradaban yang hebat. 

Oleh karenanya tugas besar kita adalah menjadikan sekolah sebagai sarana pendidikan yang tetap mengacu pada SISDIKNAS, tapi tetap memperhatikan dan memfasilitasi bakat peserta didik. Jika hal ini bisa kita lakukan maka para peserta didik akan merasa bahagia dan nyaman serta berprestasi di bidangnya masing masing. Dan sekolah seperti ini adalah sekolah yang didambakan dan idam idamkan pelajar dan orang tua. 

Semoga tulisan singkat ini menjadi bahan diskusi kita untuk menjadi sekolah yang mampu memadukan sistem pendidikan modern dengan pola pendidika generasi terbaik terdahulu yang menghasilkan para ilmuan terkemuka dalam segala bidang. Dengannya pula kita tidak terlalu membebani peserta didik dengan segudang lelajaran yang harus dikuasaianya. Terlebih program mas menteri Nadim Makarim mengarah kesana yaitu program MERDEKA BELAJAR yang menyederhanakan administrasi pendidikan dan lebih mementingkan konten pendidikan yang menyiapkan generasi yang siap Berkarya. 

Diterbitkan oleh Erwindalimunthe

Pendidik

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai