Ahlan wa Sahlan yaa Ramadhan
اِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ اَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ اَبْوَابُ النَّارِوَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ.
Jika tiba bulan Ramadhan, maka dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu semua syaitan
(HR. Bukhari dan Muslim).
Kandungan Hadits
1. Tiba bulan Ramadhan ditandai dengan hilal Ramadhan dan perhitungannya di mulai dari sejak tergelincirnya matahari dan masuknya waktu magrib dan di akhiri dengan munculnya hilal Syawal dan masuknya waktu maghrib. Total jumlah harinya antara 29 sd 30 hari. Hadits diatas berbicara tentang rentang waktu tersebut agar tidak ada sesaatpun waktu di rentang tersebut tersiakan karena detik detilnya dipenuhi keberkahan dan ampunan dari Allah Subahanahu wata’ala.
2. Dibuka pintu-pintu syurga, bermakna bahwa Allah membuka peluang masuk syurga bagi orang orang yang beriman selama 29 sd 30 hari di bulan Ramadhan dengan keberkahan dan keampunanNya yang melimpah. Selama Ramadhan Allah melipatgandakan balasan kebaikan dan Allah Subahanahu wata’ala memberikan balasan amalan Sunnah dengan balasan senilai amalan wajib. Di bulan Ramadhan juga Allah Subahanahu wata’ala menghadirkan suasana dimana banyak orang yang berlomba lomba dalam kebaikan dan ini juga menjadi motivasi bagi kita untuk meningkatkan amal. Begitu pula banyak lembaga sosial memberikan peluang berinfaq, sedekah, zakat dan wakaf yang juga mememotivasi dan memudahkan kita untuk menyalurkan rezeki dari Allah pada orang yang lebih membutuhkan. Belum lagi di 10 akhir Ramadhan Allah janjikan bagi yang beramal kala itu, nilai amalnya lebih baik daripada beramal 1000 bulan. Oleh karenanya sangat merugikan orang yang mengaku beriman tapi menyia nyiakan detik detik Di bulan Ramadhan dengan sesuatu yang tidak bernilai pahala disisi Allah Subahanahu wata’ala, sementara peluang melaksanakan kebaikan terbuka sangat lebar. Lebarnya peluang beramal dan dilipatgandakannya pahala di bulan Ramadhan inilah yang membuka peluang bagi orang orang beriman masuk kedalam SyurgaNya lebih terbuka Luas.
3. Ditutup pintu-pintu neraka, Bermakna bahwa di bulan Ramadhan peluang melakukan keburukan, kemaksiatan dan sesuatu yang dilarang sempit. Terlebih jika disekitar kita adalah orang orang yang beriman sehingga akan muncul saling menasihati satu sama lain. Selain itu ketika seorang beriman berpuasa kelemahan fisiknya yang akan melemahkan Nafsunya dan dengannya pula ia tidak mau walau sekedar berdebat karena khawatir akan mengurangi pahala puasanya apalagi sampai membatalkan puasanya.
4. Dibelenggu semua syaitan, Bermakna syaitan dibelenggu oleh aktivitas orang orang yang beriman yang berlomba dalam kebaikan sehingga syaitan kesulitan (terbelenggu) dalam upayanya menyesatkan orang orang beriman. Karena di bulan Ramadhan orang beriman berpuasa sehingga imannya naik maka godaan dan bisikan syaitan akan diabaikan , orang-orang yang jarang ke masjid jadi lebih rajin ,lantunan ayat Al Qur’an terdengar dimana mana, pelaksanaan tarawih membludak. Inilah yang menyebabkan ruang gerak syaitan untuk menggoda orang-orang mukmin sempit dan seolah terbelenggu.
Oleh karenanya mari menjadi Mukmin yang menyambut Kedatangan Ramadhan dengan suka cita karena peluang kebaikan terbuka luas, balasan dilipatgandakan, peluang kemaksiatan tertutup rapat dan belenggulah Syaitan dengan Mengisi detik detik Ramadhan dengan berbagai kebaikan.
Wallahu a’lam bishawab