{ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لَا تُقَدِّمُوا۟ بَیۡنَ یَدَیِ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِیعٌ عَلِیمࣱ }
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan rasul-Nya,dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
[Surat Al-Hujurat: 1]
Hikmah
* یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟
Ayat ini adalah teguran dan peringatan bagi orang beriman tentang kebenaran dan kesungguhan imañnya kepada Allah Subahanahu wata’ala dan Rasulullah Sallalahu’alaihiwasallam. Apakah imannya benar dan sungguh sungguh atau ada penyakit dalam dalam hatinya yang menyebabkan keimanannya diragukan.
* لَا تُقَدِّمُوا۟ بَیۡنَ یَدَیِ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِ
Ayat ini mengingatkan kepada kita dengan perjanjian kita berupa syahadatain, yaitu Menjadikan Allah Subahanahu wata’ala satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan mengatur hidupnya serta menjadikan Rasulullah sallalahu’alaihiwasallam sebagai contoh , teladan dan ikutan dalam setiap aktivitasnya. Agar setiap aktivitas kita selalu merujuk, berpedoman pada Al Qur’an dan Sunnah sehingga tidak dibenarkan mendahulukan pendapat diri sendiri atau orang lain dan membelakangi , mengabaikan Al Qur’an dan Sunnah. Karena sebagian lebih mengagungkan dan meyakini hasil analisa atau penelitian dari Al Qur’an dan Sunnah yang dijamin Kebenarannya oleh Allah Subahanahu wata’ala.
* وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ
Ini adalah penegasan agar orang orang yang beriman takut kepada Allah Subahanahu wata’ala dan khawatir akan mengabaikan perintah dan larangan Allah Subahanahu wata’ala. Serta takut akan ancaman Allah Subahanahu wata’ala bagi orang orang yang mengabaikan perintah dan larangan Allah dalam Al Qur’an serta mengabaikan sunnah Rasulullah.
* إِنَّ ٱللَّهَ سَمِیعٌ عَلِیمࣱ
Allah Subahanahu wata’ala menegaskan bahwa segala pembicaraan kita dalam rapat perencanaan atau keputusan yang diambil, dalam komunikasi sehari hari Allah Maha mendengar, bahkan bisikan diantara kita, sampai lintasan dari gelombang pikiran dan niat kita. Dan Allah Subahanahu wata’ala juga Menegaskan bahwa Dia Maha Mengetahui apa yang kita kerjakan berupa ketaatan atau kedurhakaan berupa Mendahului atau mengabaikan aturanNya dan Teladan dari RusulNya. Tentunya tidak ada satu langkah atau bahkan kedipan mata pun luput dari pengetahuan Allah Subahanahu wata’ala, dan semua akan dimintai pertanggungjawaban dihadapanNya.
وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ