{ یَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡأَنفَالِۖ قُلِ ٱلۡأَنفَالُ لِلَّهِ وَٱلرَّسُولِۖ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَصۡلِحُوا۟ ذَاتَ بَیۡنِكُمۡۖ وَأَطِیعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥۤ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِینَ }
Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, “Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul (menurut ketentuan Allah dan Rasul-Nya), maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang yang beriman.”
[Surat Al-Anfal: 1]
Tadabbur
- Seorang yang berjuang dijalan Allah harus mengikhlaskan perjuangannya untuk Allah. Bukan agar mendapatkan Harta ataupun kedudukan.
- Dalam segala hal seorang mukmin harus tunduk pada aturan dan ketentuan Allah. Sebagai bukti taat pada Allah dan Rasul-Nya.
- Takutlah pada Allah atas amal yang sia-sia sebab amalnya bukan karena ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya tapi karena kepentingan dunia.
- Janganlah harta dan kedudukan serta hal yang berkaitan dengan dunia merusak persahabatan dan persaudaraan antara sesama Mukmin. Karena Ukhwah itu jauh lebih berharga dari harta dan kedudukan atau jabatan.
- Setelah Allah Menetapkan hukum atau Ketentuan-Nya kepada mu maka kewajiban seorang mukmin adalah mentaati keputusan Allah dan Rasul-Nya sebagai bukti benarnya keimanan diantara kamu.
وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ