Jutaan Hektar Tanah Disubsidi untuk Memperkaya Taipan, sementara Tanah Pesantren FPI Diributkan

Jutaan Hektar Tanah Disubsidi untuk Memperkaya Taipan, sementara Tanah Pesantren FPI Diributkan https://www.eramuslim.com/berita/nasional/jutaan-hektar-tanah-disubsidi-untuk-memperkaya-taipan-sementara-tanah-pesantren-fpi-diributkan.htm

AS-Eropa: Turki sedang membangun kembali Kekaisaran Ottoman, Kita harus campur tangan, Kita harus menghentikannya!

AS-Eropa: Turki sedang membangun kembali Kekaisaran Ottoman, Kita harus campur tangan, Kita harus menghentikannya! http://www.portal-islam.id/2020/12/as-eropa-turki-sedang-membangun-kembali.html

Betapa menyedihkannya nasib Umat Islam saat ini, saling bertikai antara satu dengan yang lain, saling memfitnah bahkan ada yang saling menyakiti, di satu sisi, ada Palestina yang hingga saat ini haknya belum terpenuhi, padahal, didalamnya ada Al-Aqsha yang juga menjadi tanggung jawab kita bersama, dan di sisi lain, ada musuh-musuh Islam yang semakin hari semakin siap untuk memecah belah ummat dengan propaganda mereka, sedangkan umat Islam sendiri masih terlena dengan pertikaian-pertikaian yang tak kunjung selesai… . . . لاَ تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمُ اللَّهُ أَعْلَمُ بِأَهْلِ الْبِرِّ مِنْكُمْ “Janganlah menyatakan diri kalian suci. Sesungguhnya Allah yang lebih tahu manakah yang baik di antara kalian.” (HR. Muslim no. 2142). Salam Hormat dari kami rakyat Indonesia ✊🇮🇩 Mohon merkomentar dengan bijak ya gaes karna disini admin hanya memberi informasi terkait situasi terkini 🙏. Jika ada kesalahan informasi atau permintaan penghapusan silahkan DM Admin 🙏 Dukung kami dengan Cara 👇 Follow . • Instagram : @akhi_nurwan • Instagram : @akhi_nurwan • Instagram : @akhi_nurwan – – – – –

TADABBUR AL QUR’AN

Tadabbur Al Qur’an

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ شَرَّ الدَّوَآ بِّ عِنْدَ اللّٰهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِيْنَ لَا يَعْقِلُوْنَ
“Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mendengar dan memahami kebenaran), yaitu orang-orang yang tidak mengerti.”
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 22)

Mahluk bergerak yang biasa kita fahami adalah makhluk hidup yaitu manusia, hewan dan tumbuhan

  1. Makhluk paling buruk bahkan lebih buruk dari binatang paling buruk, Adalah manusia yang Allah beri akal tapi dia tidak menggunakan akalnya dengan baik, sehingga tidak mau mendengar kebenaran bahkan cendrung menutup telinga atas peringatan penyeru kebenaran. Ini biasa terjadi pada pemimpin yang Dzalim dia merasa paling benar tak butuh nasihat dan peringatan kecuali dari orang yang mendukung kedzalimannya..
    Padahal nasihat peringatan bermanfaat bagi orang mukmin.
    وَذَكِّرْ فَإِنَّ ٱلذِّكْرَىٰ تَنفَعُ ٱلْمُؤْمِنِينَ
    Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.
    Quran Surat Az-Zariyat Ayat 55

Bagi mereka Allah ancamkan azab yang besar di dunia dan akhirat.
فَيُعَذِّبُهُ اللهُ الْعَذَابَ الْأَكْبَرَ ﴿الغاشية:٢٤
maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.
Al Ghasyiyah : 24

  1. Orang yang diam dan tidak bersuara terhadap ketidakbenaran dan kedzaliman, cendrung khawatir jika bersuara berimbas terhadap posisi yamannya saat ini. Baginya jika tidak menggangu kepentingan pribadinya maka bukan urusannya.

فَذَكِّرْ إِنَّمَآ أَنْتَ مُذَكِّرٌ ﴿الغاشية:٢١
Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan,
Golongan ini adalah orang yang ada disekitar kekuasaan, ulama dan masyarakat pada umumnya. Mereka diam karena Takut atau Tidak Peduli.
Kedua golongan makluk paling buruk ini disebabkan mereka tidak memahami kebenaran dan tidak mengerti hakikat kebenaran itu .
Mereka tahu mana yang baik dan mana yang buruk, dan mereka membatasi diri mereka sekedar mengetahui baik dan buruk. Tapi hati mereka condong kepada keburukan , mendukung keburukan dan melaksanakan keburukan.
Sebagaimana firman Allah
وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا
(Dan sesungguhnya merugilah) atau rugilah (orang yang mengotorinya) yang menodainya dengan perbuatan maksiat.
QS : Surah Balad : 10

Karenanya janganlah ketika menjadi pemimpin berbuat dzalim terhadap apa yang ada dalam kekuasaannya. Berbuat Adillah karena berbuat adil dekat dengan ketakwaan.
Sebagaimana gimana Allah
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوا۟ قَوَّٰمِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِٱلْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعْدِلُوا۟ ۚ ٱعْدِلُوا۟ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
QS Al maidah : 8

Dan ketika kita bukan sebagai pemimpin, jadilah penasehat dan pemberi peringatan yang baik kepada pemimpin agar kita tidak tergolong makhluk paling buruk dalam pandangan Allah karena membiarkan kedzaliman dan keburukan terjadi.
والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

Muhammad Erwin D, S.Si
Seorang Pendidik

BALADA BEBEK DALAM KEHIDUPAN

Balada Bebek Dalam Kehidupan

voa-islam.com / 2 jam yang lalu
Selasa, 26 Safar 1442 H / 13 Oktober 2020 22:52 wib

Oleh: Tardjono Abu Muas (Pemerhati Masalah Sosial)

Berbicara tentang Bebek, tentu sebagian besar dari kita telah mengenal keberadaan dan karakter hewan unggas yang satu ini.

Bebek, dalam ranah kehidupan berkoloninya telah mengajarkan kepada kita tentang keteraturan dan kedisiplinan yang tinggi soal budaya antri. Selain itu, bebek telah mengajarkan kepada kita pula tentang makna selektifitas makanan yang dikonsumsi.

Dengan paruhnya yang lebar dan pipih akan memudahkan bebek mencari makanan, kendatipun paruhnya harus masuk ke dalam lumpur sekalipun.

Dari dalam lumpur yang terlihat kotor dan menjijikkan, paruh bebek telah bisa memilah dan memilih mana makanan yang sekiranya baik untuk dikonsumsi.

Untuk itu, jika ada manusia yang telah diberikan kelebihan akal oleh Allah SWT lalu tak bisa membedakan mana yang halal dan haram dalam memperoleh dan mengonsumsi makanan, bisakah dikatakan bahwa tingkat intelektualitas manusia lebih rendah daripada bebek?

Selain terdapat kelebihannya, tak pelak bebek pun punya segi kekurangannya dimana bebek terlalu patuh terhadap peternak atau penggembalanya. Ia digiring ke kanan maka akan nurut ke kanan, demikian pula jika digiring ke kiri ia pun akan nurut ke kiri. Bahkan digiring ke jurang pun maka bebek akan mau-mau saja masuk ke jurang.

Dari kekurangan bebek tersebut di atas, maknanya bahwa arah hidup kita harus tidak seperti bebek yang selalu menurut apa kata majikan atau cukong yang memenuhi kebutuhan hidupnya. Lebih berbahaya lagi jika para pemimpin atau penentu kebijakan suatu negara, lalu arah pemikirannya sudah sangat dipengaruhi oleh cukong yang mengendalikannya.

Bebek juga kita kenal adalah binatang yang paling cuek. Hal ini bisa kita lihat dan saksikan jika barisan bebek sedang melintas di jalan raya, maka barisan bebek ini akan berjalan melenggak-lenggok tenang-tenang saja walau ada pengendara mobil atau sepeda motor yang mau melintas sudah membunyikan klakson sekeras-kerasnya. Maka kita tak asing lagi sering mendengar ungkapan, “cuek-cuek bebek”.

Sikap atau karakter “cuek-cuek bebek” ini semoga tidak melekat dalam diri kita, terlebih jangan sampai melekat dalam diri seorang pemimpin negara beserta para penentu kebijakan. Akan sangat berbahaya jika sikap “cuek-cuek bebek” ini melekat dalam diri penentu kebijakan sebuah negara, maka pada gilirannya kepercayaan rakyat terhadap pemimpinnya akan pudar dan hilang dengan sendirinya, bak balada bebek dalam kehidupan.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai