{ أَفَرَءَیۡتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَـٰهَهُۥ هَوَىٰهُ وَأَضَلَّهُ ٱللَّهُ عَلَىٰ عِلۡمࣲ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمۡعِهِۦ وَقَلۡبِهِۦ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِۦ غِشَـٰوَةࣰ فَمَن یَهۡدِیهِ مِنۢ بَعۡدِ ٱللَّهِۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ }

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan pengetahuan-Nya,dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

[Surat Al-Jatsiyah: 23]

Penghuni Syurga Firdaus

Golongan penghuni surga Firdaus ini disebutkan dalam surah Al Mukminun ayat 1-11. Allah SWT berfirman:

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ ١ الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خٰشِعُوْنَ ٢ وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ ۙ ٣ وَالَّذِيْنَ هُمْ لِلزَّكٰوةِ فٰعِلُوْنَ ۙ ٤ وَالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حٰفِظُوْنَ ۙ ٥ اِلَّا عَلٰٓى اَزْوَاجِهِمْ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُمْ فَاِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَۚ ٦ فَمَنِ ابْتَغٰى وَرَاۤءَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْعَادُوْنَ ۚ ٧ وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ ۙ ٨ وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَوٰتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ ۘ ٩ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْوٰرِثُوْنَ ۙ ١٠ الَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ الْفِرْدَوْسَۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ ١١

Artinya: “Sungguh, beruntunglah orang-orang mukmin. (Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya, orang-orang yang meninggalkan (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki. Sesungguhnya mereka tidak tercela (karena menggaulinya). Maka, siapa yang mencari (pelampiasan syahwat) selain itu, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (Sungguh beruntung pula) orang-orang yang memelihara amanat dan janji mereka. Orang-orang yang memelihara salat mereka. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. (Yaitu) orang-orang yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (QS Al Mukminun: 1-11)

Perbaiki Sholatmu

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: اِنَّ اَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ اْلعَبْدُ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ الصَّلاَةُ اْلمَكْتُوْبَةُ فَاِنْ اَتَمَّهَا وَ اِلاَّ قِيْلَ. اُنْظُرُوْا، هَلْ لَهُ مِنْ تَطَوُّعٍ؟ فَاِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ اُكْمِلَتِ اْلفَرِيْضَةُ مِنْ تَطَوُّعِهِ، ثُمَّ يُفْعَلُ بِسَائِرِ اْلاَعْمَالِ اْلمَفْرُوْضَةِ مِثْلُ ذلِكَ. الخمسة، فى نيل الاوطار 1: 345

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya pertama-tama perbuatan manusia yang dihisab pada hari qiyamat, adalah shalat wajib. Maka apabila ia telah menyempurnakannya (maka selesailah persoalannya). Tetapi apabila tidak sempurna shalatnya, dikatakan (kepada malaikat), “Lihatlah dulu, apakah ia pernah mengerjakan shalat sunnah ! Jika ia mengerjakan shalat sunnah, maka kekurangan dalam shalat wajib disempurnakan dengan shalat sunnahnya”. Kemudian semua amal-amal yang wajib diperlakukan seperti itu”. [HR. Khamsah, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 345]

Tadabbur QS Al Baqarah ayat 102

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا تَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيٰطِيْنُ عَلٰى مُلْكِ سُلَيْمٰنَ ۚ وَمَا کَفَرَ سُلَيْمٰنُ وَلٰـكِنَّ الشَّيٰـطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّا سَ السِّحْرَ وَمَاۤ اُنْزِلَ عَلَى الْمَلَـکَيْنِ بِبَا بِلَ هَا رُوْتَ وَمَا رُوْتَ ۗ وَمَا يُعَلِّمٰنِ مِنْ اَحَدٍ حَتّٰى يَقُوْلَاۤ اِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۗ فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهٖ بَيْنَ الْمَرْءِ وَ زَوْجِهٖ ۗ وَمَا هُمْ بِضَآ رِّيْنَ بِهٖ مِنْ اَحَدٍ اِلَّا بِاِ ذْنِ اللّٰهِ ۗ وَيَتَعَلَّمُوْنَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ ۗ وَلَقَدْ عَلِمُوْا لَمَنِ اشْتَرٰٮهُ مَا لَهٗ فِى الْاٰ خِرَةِ مِنْ خَلَا قٍ ۗ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهٖۤ اَنْفُسَهُمْ ۗ لَوْ کَانُوْا يَعْلَمُوْنَ
“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa Kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia, yaitu Harut dan Marut. Padahal, keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir.” Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barang siapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 102)

Hikmah Ayat

1. Seorang Pelajar tidak boleh taklid buta terhadap apa yang diajarkan kepadanya. Seorang pelajar haruslah mampu mencerna dan mampu memilah ilmu yang diajarkan kepadanya dengan proses berpikir atas apa yang diajarkan dan harus jelas juga sumber atau referensinya, jika sesuai Dan tidak bertentangan dengan syariat maka bisa diikuti tapi jika bertentangan maka wajib ditolak dan diluruskan. Jika ilmu yang diajarkan bersumber dari Al Qur’an dan sunnah maka tidak ada alasan untuk tidak mengikutinya.

2. Ayat ini menjelaskan bahwa apa yang ajarkan oleh Syaitan syaitan pada masa kerajaan nabi sulaiman bukan bersumber dari nabi sulaiman, karena nabi sulaiman tidak mengajarkan kecuali apa yang Allah ajarkan kepadanya.

3. Bagi Seorang pendidik sebaiknya mengajarkan kepada peserta didiknya materi dengan sumber dan referensi yang terpercaya. Jangan sampai mengajarkan sesuatu mendahulukan referensi pendapat para ilmuwan dari Al Qur’an.  Terlebih menjadikan Al Qur’an pembenaran dari pendapat para ilmuwan.

Karena banyak sekali teori teori yang dulu kita gandrungi tapi setelah para ulama menganiaya, ternyata teori itu penuh dengan kebohongan dan kesesatan.

Dalam ayat ini menjelaskan syaitan syaitan itu belajar dari dua malaikat yang memang diutus dalam rangka menguji keimanan dan ketaatan kepada Allah atau mereka tetap mempelajari walau sudah diperingatkan.

4. Seorang pendidik sebaiknya menyampaikan terlebih dahulu tujuan pembelajaran yang akan dilaksakan agar Fokus dan tidak lari dari tujuan utama.  Dan menyampaikan pula hal hal tidak boleh dilakukan. Karena pada Hakekatnya setiap ilmu itu memiliki dua mata pisau yang tajam dapat digunakan untuk kebaikan juga dapat digunakan untuk keburukan.

5. Seorang pendidik juga harus mengingatkan bahwa tidak ada Ilmu yang bersifat mutlak, karena segala sesuatu sesuai dengan kehendak Allah. Walaupun setiap ilmu ada hukum sebab akibatnya ,maka jika Allah berkehendak lain maka hukum sebab akibat itu tidak akan terjadi. Karenanya Rasulullah mengajarkan kepada kita selalu mengucapkan Insya Allah dalam setiap perencanaan kita berdasarkan ilmu yang kita miliki. Kisah kapal Titanic telah mengajarkan kepada kita betapa hebatpun perencanaan, perancangan secara matematika dan sain yang dengannya diyakini tidak akan mengalami kecelakaan tapi dengan kehendak Allah semua itu dipatahkan.

Karenanya sebagai pendidik sudah seharusnya kita mengajarkan ilmu kepada pelajar agar mereka mengenal lebih dekat Pemilik ilmu tersebut bukan malah sebaliknya. Dan terpenting juga bahwa ilmu itu dibatasi oleh Kehendak Allah sang Pemilik ilmu dan Alam Semesta.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Hanya Allah yang lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya

MED FIS 96

Jika ada koreksi dan saran mohon disampaikan.

Pelajaran berharga dari Turkistan.

Pelajaran berharga dari Turkistan. (Jangan sampai terjadi di Indonesia)

Aku berdiri di depan asrama berharap ada yang berbaik hati memberikan tumpangan gratis ke kampus. Alhamdulillah Allah kabulkan. Sebuah mobil yang aku tak ingat apa mereknya, yang ku tahu mobil itu masih baru dan berbentuk mirip seperti Honda CRV, berhenti di hadapanku.

“Mau kemana? Ayo ikut.” Ajaknya ramah, dengan Bahasa Arab.

“Mau ke Jamiah?.” Tanya ku balik.

“Iya, ayo! Naik cepat.”

Aku langsung naik. Aku duduk disisi kanannya. Dia mulai menginjak pedal, lalu mobil pun melaju.

“Apa kabar akhi? Sehat?” Tanya pria berwajah Turki itu.
“Alhamdulillah sehat. Anta apa kabar?”
“Sehat alhamdulillah, ohya dari Indonesia atau Malaysia?”.
“Dari Indonesia. Anta dari mana?”
“Ana dari Turkistan, tau Turkistan? Turkistan itu letaknya dibawah China.” Jelasnya.

“Ooh iya. Masih Asia berarti ya. Gimana kehidupan di Turkistan?” Tanyaku.

“Akhi, kehidupan kami jadi begitu porak-poranda semenjak China masuk ke negara kami. Sekarang saja passport ana tertulis China.”

“Apa?? Kok bisa? Bukannya Turkistan negara sendiri?? Kok bisa pasportnya China?” Tanyaku heran.

Dia menarik nafas panjang seakan ada beban berat yang dia pikul.
“Ana sudah 9 tahun tidak pulang ke Turkistan.” Keluhnya.

“Loh?? Kok bisa??”
“Begini akhi, sekitar 60 tahun yang lalu, mereka orang-orang China datang baik-baik ke negara kami, bekerja, melancong, dll. Dengan berjalannya waktu, pemerintahan kami lalai dan menganggap keberadaan mereka biasa saja. Padahal pergerakan mereka massif, diam tapi pasti, targetnya panjang. Lalu jumlah mereka semakin banyak, banyak yang sudah mengambil warga negara Turkistan. Pemerintahan kami tetap tidak sadar. Dan akhirnya mereka (China) melakukan kudeta. Presiden kami mereka bunuh. Pemerintahan jatuh ke tangan mereka. Pada saat kudeta itu, ratusan ribu pribumi pindah ke bermacam negara lain. Karena kekejaman kekuasaan China. Dulu MEREKA HANYALAH TUKANG SAPU, SEKARANG KAMI YANG MEREKA SAPU.” Jelasnya panjang.

“Lalu bagaimana kehidupan disana?” Tanyaku balik.
“Disana semuanya serba ketat akhi. Kenapa ana sudah 9 tahun tidak balik ke Turkistan?! Karena mereka melarang siapapun pergi belajar ke negara Islam. Ketika pembuatan pasport mereka mensyaratkan tidak boleh pergi ke Negara Islam, seperti Saudi dan Turki. Akhirnya ana bilang bahwa ana mau kuliah ke Jepang, dari Jepang ana ke Saudi. Mereka berikan izin. Nah, jika kembali ke Turkistan, lalu mereka lihat di passport tertulis negara Islam. Ana akan dipenjara kurang lebih 10 tahun. Dan di Turkistan sekarang ini, setiap hari orang-orang China berdatangan ke Turkistan, ribuan orang. Mereka diberikan tempat tinggal, diberi pekerjaan dan fasilitas. Sedangkan orang orang pribumi, dikekang bahkan diusir.” Terangnya dengan raut muka yang begitu sedih.

Mobil kami masih melaju di jalan raya, dengan kecepatan 90-100 km/jam. Sudah setengah jarak yang kami lewati untuk sampai ke kampus.
“Jadi gimana kehidupan muslim disana?” Tanyaku penasaran.
*”Sholat dilarang, adzan dilarang. Jilbab kalau warna hitam akan dirobek ditempat. Jenggot dilarang. Setiap beberapa meter ada pemeriksaan. Handphone diperiksa, jika ada tulisan Allah atau ayat Quran maka bisa ditangkap dan dipenjara. Tidak boleh mengucapkan kata jihad. Kalau bertamu harus melapor dulu. Kalau tidak melapor tuan rumah bisa dipenjara 10 tahun. Beli pisau agak besar dilarang.” Sesalnya.
Sepertinya banyak hal yang susah dia ungkapkan. “Selama 9 tahun kalau liburan ana pergi ke Turki, istri orang Turki.” Lanjutnya.
Aku bisa bayangkan bagaiman kehidupan mereka. Berat, terkekang, terjajah.

“Ya Allah..! Jaga negaraku tercinta. Jaga Indonesia. Dan biladal muslimin.” Doaku dalam hati.
“Sekarang di Indonesia, mereka (China), semakin banyak saat ini. Masuk di perekonomian. Bahkan sudah masuk pemerintahan.” Curhatku, aku mulai khawatir dengan keadaan negaraku saat ini. Mobil kami sudah hampir tiba di kampus.

“Wah.. akhi..! Jangan sampai kalian tertidur atau lalai sedikitpun. Jangan sampai pemerintah kalian menganggap enteng hal ini. Keberadaan mereka merusak sekali. Mereka tak punya perikemanusiaan..!!” Tegasnya.

Mobil kami tiba di kampus. Dan akhirnya aku mengucapkan terima kasih atas tumpangannya.

Na’udzubillah….
Tsumma na’udzubillah…

Kalau tidak percaya coba kalian googling negara Turkistan, akan ada banyak informasi di sana.

Waspadalah..!!

Semoga info ini bermanfaat.

Turkistan Negeri Islam yg hilang.

Pembelajaran dari Berita ,Masjid Al Aqsa Dibatasi saat Lebaran Hari ke-3

Seorang Ayah Membacakan Berita Palestin dari salah satu media online kepada tiga anaknya Ahmad, Budi dan Cahyadi..

Masjid Al Aqsa Dibatasi saat Lebaran Hari ke-3, Warga Masih Padati
Rahma Harbani – detikHikmah

Jakarta – Pembatasan di Masjid Al Aqsa pada Lebaran hari ke-3 semakin diperketat. Namun, warga muslim Palestina masih memadati kawasan masjid untuk menunaikan salat Jumat pekan ini.
Departemen Wakaf Islam (Wakaf) menyebutkan sebagaimana dilaporkan kantor berita Palestina, WAFA, dikutip Sabtu (13/4/2024), sekitar 30 ribu muslim melaksanakan salat Jumat di Masjid Al Aqsa, Yerusalem di tengah peningkatan pengerahan militer di gerbang situs suci masjid dan di seluruh Kota Tua Yerusalem.

Polisi pendudukan Israel diperbanyak di situs suci masjid sejak Jumat pagi kemudian mengidentifikasi identitas para pemuda yang hendak memasuki masjid. Sebagian dari pemuda tersebut dicegah masuk ke Masjid Al Aqsa.

Selain itu, dilaporkan Fanan News, polisi pendudukan Israel juga membatasi jemaah yang masuk dari tepi barat ke Masjid Al Aqsa.

Per Jumat (12/4/2024), kementerian kesehatan di Gaza menyebutkan jumlah korban tewas di Jalur Gaza sejak dimulainya agresi Israel pada 7 Oktober 2023 meningkat hingga 33.634 orang dengan sebagian besar korban tewas adalah anak-anak dan perempuan. Di sisi lain, sedikitnya 76.094 orang mengalami luka-luka.

Ribuan warga sipil juga dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan hingga berserakan di jalan karena pendudukan terus menghalangi akses ambulans dan kru pertahanan sipil untuk masuk ke wilayah Gaza.

Seusai membaca berita, ayah tersebut bertanya kepada ketiga anaknya Bagaimana pendapat kalian terhadap berita tersebut.

Ahmad ” kasian yaa mereka nggak bisa seperti kita merayakan lebaran seperti kita”.

Budi ” Israel itu Kejam kali yaa yah, memperlakukan rakyat palestin seperti itu.

Cahyadi ” Alhamdulillah kita tidak seperti palestin yaa. Kita masih bisa jalan jalan ketempat wisata dengan aman.

Setelah mendengar jawaban ketiga anaknya ia pun menyampaikan bahwa kita sudah berenca dan menyiapkan sejumlah dana untuk liburan ketempat wisata luar kota dan menginap disana . Bagaimana menurut pendapat kalian kalau dana wisata kita tahun ini kita hadiahkn untuk Palestin karena mereka jauh lebih membutuhkan daripada kita habiskan untuk wisata dan senang senang , aementara saudara kita sesama muslim di palestina untuk makan dan minumpun sulit, bahkan nyawa meresa selalu dalam ancaman zionis.

Ahmad ” Boleh ayah , sebagian besar dananya kita hadiahkan ke palestina, kita wisatanya dalam kota aja.

Budi ” Setuju Ayah, kan kita sesama muslim bersaudara, nggak apa apa kita wisanya dalam kota aja.

Cahyadi ” Kitakan sudah rencanakan dari sejak tahun lalu. Kok dibatalkan begitu saja.

Ayah ” Tidak dibatalkan Cahyadi, tapi ditunda dan dialihkan ke wisata dalam kota.

Cahyadi ” Baiklah kalau begitu, tapi janji yaa yaah. Semoga dengan dana yang kita berikan membantu saudara kita si palestin.

Seorang ayah mencerminkan seorang pendidik, 3 orang anak mencerminkan peserta didik. Berita adalah mencerminkan Materi pembelajaran, metode yang digunakan menyampaikan berita berupa pengtahuan (kognetif), menggali pendapat dan perasaan serta sikap (afektif) dan memotivasi dan mengarahkan untuk melakukan sesuatu (psikomotor) yang merupakan tujuan utama pembelajaran, yaitu
Religius, Siswa meyakini bahwa kewajiban sesama makhluk Tuhan harus saling berkasih sayang saling membantu satu sama lain bukan saling menyakiti dan saling mendzalimi.
Kognetif, Siswa mengetahui kondisi rakyat Palestina saat ini.
Afektif, Siswa dapat merasakan dan empati.,dengan kondisi rakyat palestin saat ini.
Psikomotor, Melakukan aksi nyata membantu rakyat palestina dengan menyisihkan dana bahkan gerakan peduli rakyat palestin.
Kesimpulan.
Pengetahuan adalah sarana untuk membentuk pola pikir atau proses berpikir untuk memunculkan rasa kehambaan , empati dan sikap terhadap sesama yang pada akhirnya menghasilkan buktinyata dalam tindakan dan amal.

Bukankah iman itu, diucapkan dengan lisan (Pengtahuan), dibenarkan dengan hati dengan proses berfikir yang menghasilkan sikap (Afektif), dan dibuktikan dengan Melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan laranganNya (Psikomotor)

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

“Hanya Allah yang lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai