Seorang Ayah Membacakan Berita Palestin dari salah satu media online kepada tiga anaknya Ahmad, Budi dan Cahyadi..
Masjid Al Aqsa Dibatasi saat Lebaran Hari ke-3, Warga Masih Padati
Rahma Harbani – detikHikmah
Jakarta – Pembatasan di Masjid Al Aqsa pada Lebaran hari ke-3 semakin diperketat. Namun, warga muslim Palestina masih memadati kawasan masjid untuk menunaikan salat Jumat pekan ini.
Departemen Wakaf Islam (Wakaf) menyebutkan sebagaimana dilaporkan kantor berita Palestina, WAFA, dikutip Sabtu (13/4/2024), sekitar 30 ribu muslim melaksanakan salat Jumat di Masjid Al Aqsa, Yerusalem di tengah peningkatan pengerahan militer di gerbang situs suci masjid dan di seluruh Kota Tua Yerusalem.
Polisi pendudukan Israel diperbanyak di situs suci masjid sejak Jumat pagi kemudian mengidentifikasi identitas para pemuda yang hendak memasuki masjid. Sebagian dari pemuda tersebut dicegah masuk ke Masjid Al Aqsa.
Selain itu, dilaporkan Fanan News, polisi pendudukan Israel juga membatasi jemaah yang masuk dari tepi barat ke Masjid Al Aqsa.
Per Jumat (12/4/2024), kementerian kesehatan di Gaza menyebutkan jumlah korban tewas di Jalur Gaza sejak dimulainya agresi Israel pada 7 Oktober 2023 meningkat hingga 33.634 orang dengan sebagian besar korban tewas adalah anak-anak dan perempuan. Di sisi lain, sedikitnya 76.094 orang mengalami luka-luka.
Ribuan warga sipil juga dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan hingga berserakan di jalan karena pendudukan terus menghalangi akses ambulans dan kru pertahanan sipil untuk masuk ke wilayah Gaza.
Seusai membaca berita, ayah tersebut bertanya kepada ketiga anaknya Bagaimana pendapat kalian terhadap berita tersebut.
Ahmad ” kasian yaa mereka nggak bisa seperti kita merayakan lebaran seperti kita”.
Budi ” Israel itu Kejam kali yaa yah, memperlakukan rakyat palestin seperti itu.
Cahyadi ” Alhamdulillah kita tidak seperti palestin yaa. Kita masih bisa jalan jalan ketempat wisata dengan aman.
Setelah mendengar jawaban ketiga anaknya ia pun menyampaikan bahwa kita sudah berenca dan menyiapkan sejumlah dana untuk liburan ketempat wisata luar kota dan menginap disana . Bagaimana menurut pendapat kalian kalau dana wisata kita tahun ini kita hadiahkn untuk Palestin karena mereka jauh lebih membutuhkan daripada kita habiskan untuk wisata dan senang senang , aementara saudara kita sesama muslim di palestina untuk makan dan minumpun sulit, bahkan nyawa meresa selalu dalam ancaman zionis.
Ahmad ” Boleh ayah , sebagian besar dananya kita hadiahkan ke palestina, kita wisatanya dalam kota aja.
Budi ” Setuju Ayah, kan kita sesama muslim bersaudara, nggak apa apa kita wisanya dalam kota aja.
Cahyadi ” Kitakan sudah rencanakan dari sejak tahun lalu. Kok dibatalkan begitu saja.
Ayah ” Tidak dibatalkan Cahyadi, tapi ditunda dan dialihkan ke wisata dalam kota.
Cahyadi ” Baiklah kalau begitu, tapi janji yaa yaah. Semoga dengan dana yang kita berikan membantu saudara kita si palestin.
Seorang ayah mencerminkan seorang pendidik, 3 orang anak mencerminkan peserta didik. Berita adalah mencerminkan Materi pembelajaran, metode yang digunakan menyampaikan berita berupa pengtahuan (kognetif), menggali pendapat dan perasaan serta sikap (afektif) dan memotivasi dan mengarahkan untuk melakukan sesuatu (psikomotor) yang merupakan tujuan utama pembelajaran, yaitu
Religius, Siswa meyakini bahwa kewajiban sesama makhluk Tuhan harus saling berkasih sayang saling membantu satu sama lain bukan saling menyakiti dan saling mendzalimi.
Kognetif, Siswa mengetahui kondisi rakyat Palestina saat ini.
Afektif, Siswa dapat merasakan dan empati.,dengan kondisi rakyat palestin saat ini.
Psikomotor, Melakukan aksi nyata membantu rakyat palestina dengan menyisihkan dana bahkan gerakan peduli rakyat palestin.
Kesimpulan.
Pengetahuan adalah sarana untuk membentuk pola pikir atau proses berpikir untuk memunculkan rasa kehambaan , empati dan sikap terhadap sesama yang pada akhirnya menghasilkan buktinyata dalam tindakan dan amal.
Bukankah iman itu, diucapkan dengan lisan (Pengtahuan), dibenarkan dengan hati dengan proses berfikir yang menghasilkan sikap (Afektif), dan dibuktikan dengan Melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan laranganNya (Psikomotor)
وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
“Hanya Allah yang lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya”